World Financial Flow

Posted: July 1, 2013 in BLK 2

World Financial Flow

Fungsi dan peran utama bank adalah menjadi lembaga perantara antara pihak yang kelebihan uang (surplus) dan pihak yang membutuhkan atau kekurangan uang (defisit). Dengan adanya bank sebagai financial intermediary inilah kedua belah pihak tidak perlu mengadakan hubungan langsung (direct relation). Hal ini sangat membantu bagi kedua belah pihak, mengingat syarat yang harus dimiliki jika melakukan hubungan langsung adalah 1). Kedua belah pihak harus saling mengenal, sehingga menimbulkan rasa percaya (trust). 2). Salah satu pihak harus memiliki dana.

Karena syarat inilah banyak masyarakat yang lebih memilih hubungan secara tidak langsung (indirect relation) dengan bank sebagai perantaranya. Dengan demikian, pihak A (surplus) akan menginvestasikan uangnya ke bank dan mendapatkan bunga (i1) dari bank. Sebaliknya, pihak B (defisit) akan membayar bunga kepada bank karena telah melakukan pinjaman (i2). Dalam hal ini, pendapatan yang didapatkan oleh bank adalah selisih antara i2 dan i1 (i2 –i1). Dengan begitu, dapat dipastikan jika i2 >i1.

Namun, pihak A dan B dapat pula melakukan hubungan langsung untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar (spekulasi) di pasar modal (capital market). Pihak A dapat membeli saham dengan motif untuk mendapatkan deviden (surat kepemilikan suatu perusahaan), dan dapat pula membeli obligasi (surat hutang) yang kemudian menghasilkan diskonto. Sedangkan B dapat menjual obligasi dan saham. Jika pada saat dijual Harga Jual saham lebih besar dari Harga Belinya maka perusahaan akan memperoleh keuntungan (capital gain) dan sebaliknya. Pendapatan yang diperoleh dari pasar modal kemudian dinotasikan sebagai i3. Dan dapat disimpulkan bahwa i1 < i3 dan i 2 > i3. Selain A dan B, Bank juga dapat melakukan transaksi di pasar modal.

Reasuransi

Di dalam indirect relation, pihak yang menanggung resiko (risk transfer) adalah bank. Sebagai contoh, jika pihak peminjam (B) yang memiliki hutang sebesar 100 juta meninggal dunia, maka bank akan menanggung risiko seluruh hutang B karena tidak terbayarkan. Untuk mengatasi masalah ini, bank kemudian meminta bantuan kepada asuransi XXX yang kemudian sanggup menjamin uang pertanggungan (sum Insured) atas B sebesar 100 juta,  dengan syarat bank harus membayar premi sebesar 1 juta kepada pihak asuransi XXX.

Dalam prakteknya, asuransi XXX merasa keberatan dengan besarnya jumlah uang pertanggungan (UP) yang harus ditanggungnya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk meminta bantuan kepada pihak asuransi lain, yaitu YYY. Akhirnya asuransi YYY menyetujui kerja sama tersebut dengan ketentuan asuransi XXX membayar UP untuk B sebesar 20 juta dan menerima premi 200 ribu, sedangkan selebihnya, yaitu UP sebesar 80 juta dan premi 800 ribu ditanggung oleh asuransi YYY. Kegiatan ini kemudian dikenal dengan nama Reasuransi (asuransi yang diasuransikan). Selanjutnya, pihak asuransi YYY juga menyatakan keberatannya menanggung terlalu banyak. Oleh sebab itu, ia pun memutuskan untuk meminta bantuan kembali kepada asuransi lain. Di Indonesia, kegiatan seperti ini hanya dibolehkan pada tahap reasuransi, jadi asuransi YYY meminta bantuan pihak luar negeri, yaitu asuransi ZZZ, kegiatan ini dikenal dengan nama Retrocessi. ketentuan dari kegiatan ini adalah pihak YYY hanya mampu menanggung UP sebesar 25 juta dengan penerimaan premi sebesar 250 ribu, sedangkan zzz menerima sisa premi sebesar 550 ribu dan mengeluarkan UP sebesar 55 juta. Secara keseluruhan, bank akan menerima UP atas B dengan rincian : 20 juta berasal dari asuransi XXX, 25 juta dari asuransi YYY, dan 55 juta didapat dari asuransi luar negeri ZZZ.

Karena yang paling banyak menerima premi dan membayar UP adalah ZZZ, maka ia disebut sebagai perusahaan pengendali (corporate business). Dengan hak tersebut ZZZ kemudian menggunakan uang tersebut untuk membuat 3 perusahaan manajemen investasi yaitu XY, ZO, PQ. Ketiga perusahaan tersebut melirik pasar modal Indonesia dan membeli saham yang dijual oleh bank dengan proporsi 30%, 30%, 20%, untuk tujuan investasi demi memperoleh keuntungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 80% saham bank yang terdapat di pasar modal dimiliki oleh perusahaan asuransi luar negeri ZZZ.

leasing

Di sisi lain, bank berpikir bahwa ia ingin meningkatkan atau memperbanyak penerimaan idalam hal pinjaman. Bank kemudian membuka PT. ABC yang selanjutnya melakukan kerja sama  dengan PT. AHASS, yang merupakan supplier sepeda motor. Dengan bunga kredit yang relatif murah, nasabah B cenderung memilih untuk mengkredit motor melalui PT. ABC (leasing).  Kemudian B membayar cicilan motor tersebut kepada bank. Oleh karena itu, Pendapatan yang diterima PT. ABC dikurangi dengan pendapatan bank (i4 – i2), sedangkan pendapatan PT. AHASS adalah i5 yang dikurangkan juga dengan pendapatan bank i2. Selain itu, bank juga bekerja sama dengan PT. DEF yang tak lain adalah perusahaan penyedia kartu kredit. Seperti halnya PT. ABC, PT.DEF juga memperoleh keuntungan yaitu i4 – i2.

Siklus yang tercermin di atas kemudian disebut World Financial Flow.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s