PEMBARUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH

Posted: March 15, 2013 in BLK

ekonomi syariah

Perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah dalam satu dasawarsa belakangan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, reksadana syariah, obligasi syariah, pegadaian syariah, Baitul Mal wat Tamwil (BMT). Demikian pula di sektor riil, seperti Hotel Syariah, MultiLevel Marketing Syariah, dsb.
Perkembangan perbankan menurut data Bank Indonesia mengalami kemajuan yang spektakuler. Jika sebelum tahun 1999, jumlah bank syariah sangat terbatas di mana hanya ada sebuah bank syariah, yaitu Bank Muamalat Indoensia dengan beberapa kantor cabang, kini ada 21 bank syariah dengan jumlah pelayanan kantor bank syariah sebanyak 611 (data Mei 2006). Demikian pula lembaga asuransi syariah, perkembangannya di Indonesia merupakan yang paling cepat di dunia. Hanya Indonesia satu-satunya negara yang memiliki 34 lembaga asuransi syariah, sedangkan Malaysia cuma ada 4 lembaga asuransi syariah. Dan hanya Indonesia yang memiliki 3 lembaga reasuransi syariah. Di negara manapun biasanya hanya ada satu lembaga reasuransi syariah. Jumlah BMT juga telah melebihi dari 3.800 buah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ekonomi syariah Indonesia lahir pada tahun 1990, tepatnya ketika MUI merekomendasikan lahirnya lembaga perbankan berbasis non bunga. Seperti diketahui, dua sistem ekonomi sebelumnya yaitu kapitalis dan sosialis telah mendominasi Negara – Negara berkembang seperti Indonesia. Namun, sejumlah ulama dan cendikiawan muslim terdorong untuk mencari alternatif dan solusi sistem ekonomi baru yang sesuai dengan semangat ajaran Islam, maka muncul lah ekonomi syariah sebagai system ekonomi baru.

Dukungan terhadap sistem ini ditunjukkan dengan kebijakan politik melalui Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan, yang memungkinkan beroperasinya bank dengan sistem bagi hasil (pasal 6). UU ini kemudian diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan, yang menyebutkan istilah bank berdasarkan prinsip syariah. Eksistensi bank syariah semakin diperkuat kuat dengan adanya UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang menyatakan bahwa Bank Indonesia dapat menerapkan kebijakan moneter berdasarkan prinsip-prinsip syariah (Pasal 1 angka 7 dan pasal 11). Kedua UU tersebut menjadi landasan hukum bagi perbankan nasional untuk menerapkan sistem perbankan ganda atau dual banking system.. Bahkan melalui PBI No. 8/3/PBI/2006 telah dikeluarkan kebijakan office chanelling.
Dalam pelaksanaannya lebih lanjut, hukum dan peraturan positif perbankan syariah semakin kuat dengan adanya berbagai Surat Keputusan Dewan Direksi Bank Indonesia dan PBI serta ditingkatkannya Biro Perbankan Syariah di BI menjadi Direktorat Perbankan Syariah. Kini tengah dibahas di DPR RUU Tentang Perbankan Syariah yang diprakarsai oleh DPR RI. Dengan disahkannya RUU Perbankan Syariah nanti akan semakin meneguhkan dilaksanakannya prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam politik hukum nasional, dan yang lebih penting adalah dapat mendorong pertumbuhan dan kemajuan perbankan syariah.

Menurut Peraturan bank indonesia nomor 14/26/PBI/2012 tentang kegiatan usaha dan jaringan kantor berdasarkan modal inti bank, Kegiatan Usaha yang dilakukan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dikelompokkan sebagai berikut:

a. penghimpunan dana;

b. penyaluran dana;

c. pembiayaan perdagangan (trade finance);

d. kegiatan treasury;

e. kegiatan dalam valuta asing;

f. kegiatan keagenan dan kerjasama;

g. kegiatan sistem pembayaran dan electronic banking;

h. kegiatan penyertaan modal;

i. kegiatan penyertaan modal sementara dalam rangka penyelamatan pembiayaan;

j. jasa lainnya; dan

k. kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan.

Ada tujuh prinsip yang menjadi landasan umum hukum ekonomi syariah yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, antara lain :

  • Maslahah, Aktivitas ekonomi syariah harus dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindarkan mudharat.
  • Ridha, Aktivitas perekonomian syariah harus dilakukan atas dasar sukarela tanpa mengandung unsur paksaan.
  • Gharar, Praktik perekonomian syariah harus jauh dari tipu daya.
  • Khidmah, Ekonomi syariah harus mampu mewujudkan pelayanan sosial.
  • Adil, Setiap aktivitas ekonomi harus mengarah pada terciptanya keadilan dan keseimbangan.
  • Mubah, Segala bentuk aktivitas dalam ekonomi pada dasarnya adalah boleh (mubah).
  • Istirbah, Aktivitas ekonomi syariah juga harus memperhatikan prinsip keuntungan.

Sedangkan menurut Rizqullah, Direktur Utama BNI Syariah, ada tiga tantangan dalam industry syariah, yaitu :

  • Bidang Sumber Daya Manusia, SDM syariah saat ini masih sangat kurang, sedangkan para ahli ekonomi syariah yang berkualitas sangat dibutuhkan.
  • Market Share Perbankan, Pertumbuhan industry syariah saat ini masih cenderung lambat meskipun telah memberikan manfaat bagi ekonomi Nasional.
  • Produk, Hal ini berkaitan erat dengan kualitas SDM, semakin berkualitas SDM di industry syariah, maka akan semakin menciptakan produk – produk yang berkualitas pula.

Menurut Islamic Finance Country Index,  dari 39 negara yang disurvey, Indonesia berada di urutan keempat setelah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi. Disusul dengan Uni Emirat Arab dan Inggris yang sebelumnya dianggap sebagai pusat keuangan syariah.

images

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/9CFE03EE-D59F-4DE3-A87D-2B6809DBE3FB/27823/pbi_142612merge1.PDF

http://m.bi.go.id/NR/rdonlyres/3B181E7F-8173-472B-ADE7-0DA18D7BB544/25071/pbi_140113.pdf

http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/politik-hukum-dalam-ekonomi-syariah-2/

http://www.majalahgontor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=467:dr-maruf-amin&catid=69:risalah&Itemid=131

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s