KARTU KREDIT SYARIAH

Posted: March 15, 2013 in BLK

index

Pada tahun 2006, Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor 54/DSN-MUI/X/2006, tentang kartu kredit syariah (syariah card). Sesuai dengan fatwa DSN No.54/DSN-MUI/X/2006 Syariah Card didefinisikan sebagai kartu yang berfungsi sebagai Kartu Kredit yang hubungan hukum antara para pihak berdasarkan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam fatwa. Pengeluaran fatwa tersebut dimotifasi  oleh banyaknya penduduk Indonesia yang menjadikan kartu kredit sebagai kebutuhan dan gaya hidup (lifestyle).

Namun, tidak semua setuju dengan peluncuran kartu kredit syariah, karena dianggap mengajarkan umat untuk hidup konsumtif dan berhutang. Oleh karena itu, kita harus kembali menilai dari fungsi utama kartu kredit, yaitu untuk memudahkan transaksi dan membantu dalam kegiatan produktif.
Terdapat  tiga jenis akad yang digunakan dalam transaksi kartu kredit syariah, antara lain :

1.       Kafalah

Dalam hal ini, penerbit kartu adalah penjamin (kafil) bagi pemegang kartu atas semua kewajiban bayar (dayn) yang timbul dari transaksi antara pemegang kartu dengan merchant. Atas pemberian kafalah, penerbit kartu berhak menerima upah (ujrah kafalah).

2.       Qardh

Dalam hal ini, penerbit kartu adalah pemberi pinjaman (muqridh) kepada pemegang kartu (muqtaridh), melalui penarikan tunai dar bank atau ATM bank penerbit kartu.

3.       Ijarah

Dalam hal ini, penerbit kartu adalah penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu. Untuk itu, pemegang kartu dikenakan membership fee.

Kartu kredit Syariah sebenarnya sama saja dengan kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank konvensional baik fungsi maupun kegunaannya. Bedanya kalau kartu kredit syariah, bank syariah yang menerbitkannya tidak diperkenankan untuk memungut bunga tetapi hanya Imbal jasa atau fee dari setiap pemakaian kartu kredit syariah tsb. Jadi karena fungsi dan kegunaannya sama dengan kartu kredit konvensional, kartu kredit syariah bisa jadi juga banyak membawa mudharat baik kepada nasabah maupun bagi bank syariah yang menerbitkannya yaitu:

  1. Kartu kredit syariah bisa mendorong nasabah untuk bersikap konsumtif, boros yang dilarang oleh ajaran agama Islam.
  2. Salah satu misi utama bank syariah adalah mendorong terciptanya sektor rill yang banyak menyerap  tenaga kerja bukannya sebaliknya menciptakan ummat yang konsumtif. Kalau banyak kartu kredit syariah yang bermasalah misalnya pembayaran kartu kredit syariah banyak yang macet, hal ini bisa mengganggu misi utama bank syariah dalam mendorong terciptanya sektor rill tsb.
  3. Kartu kredit syariah tidak dikenakan bunga keterlambatan dan tidak adanya jaminan (collateral) dari para nasabah penggunanya sehingga nasabah tidak ada ikatan moral maupun materill untuk segera melakukan pembayaran tagihan kartu kredit syariahnya, sehingga nasabah cenderung melakukan penundaan pembayaran tagihan kartu kredit syariahnya. Hal ini bisa meningkatkan resiko Non Performing Financing di Bank Syariah yang menerbitkan kartu kredit syariah.

http://adaptasidunia.blogspot.com/2012/05/manfaat-dan-mudharat-kartu-kredit.html

http://www.bnisyariah.co.id/productDetail.do?id=30302e313239323930323833363534332e473161574f39592d4d66684c4c4637673073&c=5045303031&p=434f303031

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s