Tugas Teori Ekonomi 1

Posted: October 12, 2012 in SMAK05

Faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran

Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan, yang dimana apabila jumlah sesuatu barang yang sanggup ditawarkan oleh pada suatu tingkat harga dan tempo masa tertentu.

Pada kurva penawaran dapat mengalami pergeseran hal ini disebabkan karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi kurva penawaran itu sendiri. Pergeseran kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau sebaliknya (arah kiri).

Apabila kurva penawaran bergeser ke arah kanan mengartikan bahwa jumlah penawaran pada barang tersebut mengalami kenaikan. Namun sebaliknya apabila arah pergeseran mengarah ke kiri maka jumlah penawaran mengalami penurunan.

Pergeseran kurva penawaran di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  • Prices of relevant resources (harga sumberdaya barang tersebut)
  • Technology (teknologi)
  • Number of sellers (jumlah penjual)
  • Expectation of future prices (ekspektasi dimasa depan)
  • Taxes and subsidies (pajak dan subsidi)

Pergeseran Kurva Penawaran

Pergeseran dari S1 ke S2 pada gambar (a) menggambarkan pertambahan penawaran. Sebagai akibat dari  pergeseran tersebut menyebabkan jumlah yang ditawarkan bertambah dari A ke B walaupun harga tetap sebesar P. Perubahan kurva (a) dipengaruhi oleh faktor:

  • Technology  (Teknologi)
    Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat, yaitu: (i) produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (ii) ongkos produksi semakin murah, dan dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Sehingga barang yang ditawarkan lebih banyak.
  • Number of Sellers (Banyaknya penjual)
    Ketika semakin banyak penjual yang memproduksi barang tersebut dengan mutu yang hampir sama, maka semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan dan di tawarkan kepada konsumen dengan harga yang sama.
  • Expectation of Future Price (Ekspektasi Harga Dimasa Depan)
    Karena memiliki ekspektasi harga dimasa datang, saat ini produsen membuat banyak persediaan barang, untuk meminimalkan kemungkinan perubahan harga dimasa depan, dan meminimalkan ongkos produksi dimasa depan, sehingga ongkos produksi dimasa depan dapat ditekan dan barang yang ditawarkan pun banyak.
  • Subsidies (Subsidi)
    Ketika pemerintah memberikan subsidi kepada bahan-bahan produksi, ini dapat mempermurah ongkos produksi, sehingga produsen dapat memperbanyak produksi dan baramng byang ditawarkan pun akan bertambah.

Pergeseran dari S1 ke S2 pada gambar (b) menggambarkan pengurangan penawaran. Sebagai akibat dari  pergeseran tersebut menyebabkan jumlah yang ditawarkan berkurang dari A ke B walaupun harga tetap sebesar P. Perubahan kurva (b) dipengaruhi oleh faktor:

  • Prices of Relevant Resources (Harga Sumber daya Tersebut)
    Ketika harga sumberdaya untuk memproduksi produk mengalami kenaikan, maka akan memprtinggi ongkos produksi, tingginya ongkos produksi ini menimbulkan pengurangan produksi, karena disbanding harus menaikkan harga sebagai imbas kenaikan harga sumberdaya, maka produsen memilih mengurangi produk yang ditawarkan namun harga tetap.
  • Taxes (Pajak)
    Semakin besarnya pajak yang ditetapkan pemerintah memberatkan produsen, karena meningkatkan ongkos produksi, sehingga produk yang dapat dihasilkan sedikit dan produk yang ditawarkan pun berkurang.
  • Government Restrictions (Batasan Pemerintah)
    Terkadang batasan/kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah memberatkan produsen, sehingga produsen harus menekan produksi dan mengurangi produk yang dihasilkan sehingga produk yang ditawarkan pun berkurang.

Surplus Produsen

Surplus Produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena mereka beroperasi pada pasar komoditas. Keuntungan tersebut diperoleh mereka karena harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mau mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu.

Dengan kata lain, Surplus Produsen berkaitan dengan:

  1. Jumlah pembayaran yang diterima penjual dikurangi biaya yang dipikulnya.
  2. Selisih antara pendapatan penjual dikurangi biaya produksi.
  3. Mengukur keuntungan produsen atas keikutsertaannya di sebuah pasar.
  4. Selisih antara kesediaan menjual dan harga pasar.

Misalnya, ketika anda ingin mengecat rumah anda, maka anda akan mencari tukang cat, anda mendapati empat tukang yang bersedia yakni Mary, Louise, Georgia, dan Paman anda sendiri. Agar mendapat harga termurah, maka anda mengadakan lelang.

Pada prinsipnya, keempat tukang cat itu mau menjual jasanya asalkan harga yang mereka terima lebih besar daripada biaya pengecatan. Di sini istilah Biaya (cost) adalah nilai segala sesuatu yang harus dikorbankan penjual dalam memproduksi suatu barang. Di dalamnya harus tercakup semua pengeluaran (untuk membeli cat, kuas, sewa tangga, dll), serta nilai waktu yang mereka habiskan untuk mengecat rumah anda. Tabel 5.2 menunjukkan biaya yang mereka ambil.

Tabel 5.2. Empat Kesediaan Menjual dari Para Calon Penjual

Calon Penjual Jasa Kesediaan Menjual ($)
MaryLouise

Georgia

Paman Anda

900800

600

500

Lelang dimulai, karena keempat tukang cat itu sama-sama menginginkan pekerjaan, mereka bersaing menurunkan harga hingga batas minimal, yakni mendekati atau sama dengan kesediaan menjualnya. Begitu Paman anda menawarkan ongkos hanya sebesar $600 atau sedikit lebih rendah, maka ia pun langsung mengungguli tiga tukang cat lainnya karena ia sendiri yang mau mengecat rumah anda dengan ongkos di bawah $600.

Keuntungan yang diterima paman anda adalah, selain bisnisnya berjalan lancar, si paman mendapat keuntungan tambahan dengan menerima bayaran sedikit dibawah $600, karena ia mampu mengerjakannya dengan ongkos $500. dalam kasus ini paman anda dikatakan memperoleh surplus produsen, yaitu jumlah pembayaran yang diterima penjual dikurangi biaya yang dipikulnya.

Equilibrium Price and Quantity  (Effects of Supply and Demand Curve Shifts)

Kurva ini menunjukkan bahwa penawaran turun tetapi permintaan tetap sehingga titik ekuilibrium barunya mengalami peningkatan harga dan penurunan jumlah barang.

Contoh kasus:

Kenaikan harga BBM yang disebakan oleh terbatasnya sumber daya. Ketika persediaan BBM di pasar turun maka akan menyebabkan kenaikan harga BBM tersebut. Padahal permintaan BBM di masyarakat tetap, karena BBM adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Hal ini menimbulkan harga BBM yang harus dibeli konsumen meningkat dan jumlah BBM yang didapatkan konsumen berkurang.

Referensi :

http://yumeikochi.wordpress.com/2011/11/05/pergeseran-kurva-penawaran/

http://fisika-bumi.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-ruang-lingkup-ekonomi.html

http://namakuagussuhendi.blogspot.com/2011/10/ekonomi-mikro.htmlhttp://behindus.wordpress.com/2011/04/15/permintaan-penawaran-dan-ekuilibrium-bag-1/

http://mikro-ekonomi.blogspot.com/2009/02/konsumen-produsen-dan-efisiensi-pasar.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s